Laman

Minggu, 04 Desember 2011

If I were a president


Jika Aku Menjadi Seorang Presiden

Ketika aku masih kecil, aku ingin menjadi Presiden Republik Indonesia. Dari waktu ke waktu, aku masih berharap aku menjadi seorang Presiden, tapi sekarang ... tidak lagi. Ada terlalu banyak masalah untuk diurusi dan tidak banyak orang yang memiliki jawaban, atau bahkan petunjuk bagaimana menyelesaikannya. Jika aku terbangun suatu pagi dan menemukan bahwa aku adalah Presiden, setelah aku menerima kenyataan bahwa mungkin jika ini hanyalah sebuah mimpi pun aku memutuskan untuk hidup dalam dunia mimpi itu, ini adalah beberapa hal yang akan aku lakukan. Jika aku presiden, aku akan berusaha untuk mencapai tiga hal utama. Pertama, aku akan memperkuat sistem pendidikan kita, kedua, aku akan memastikan bahwa setiap orang memiliki perlakuan yang sama dan adil dalam masyarakat kita, dan terakhir, aku akan mengamankan perbatasan kita. Sistem pendidikan kita di Indonesia bukanlah sistem yang bisa kita banggakan. Indonesia memiliki sekolah-sekolah yang baik, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga pembelajaran yang dikatakan baik, tetapi standar kita tidak ditetapkan seperti negara-negara lain. Sebagai contoh, negara kita tidak mendanai sekolah dengan cukup. Guru mengajar dengan buku yang tidak cukup, tidak ada persediaan, atau buku-buku yang usianya sudah belasan tahun. Bagaimana kita bisa berharap anak-anak kita bisa mengikuti perkembangan informasi dunia jika bahan mengajar kita tidak baru? Setiap orang sama kedudukannya di mata hukum, tidak ada pembedaan perlakuan antara yang kaya dengan yang miskin di mata hukum, itu teori yang seharusnya berjalan. Namun kenyataannya, ketidakadilan terjadi dalam masyarakat kita dimana perbedaan perlakuan ini dikarenakan adanya suatu budaya atau kebiasaan bangsa ini yang cenderung memperlakukan orang kaya dengan hormat walaupun dia adalah seorang koruptor sekalipun, sementara yang miskin diperlakukan semena-mena dan tidak mendapat jaminan serta perlakuan hukum yang adil. Masalah perbatasan negara ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, hal ini menunjukkan kita sebagai bangsa yang berdaulat jangan sampai wilayah kita dicaplok oleh negara tetangga yang dengan rakusnya mengeruk sumber daya yang ada di dalamnya.
Untuk ini dan tidak ada yang lain bahwa aku lebih dari bersedia untuk bekerja keras dalam lima tahun ke depan, sebagai pemimpin dan pelayan, sebagai presiden berikutnya. Jika bukan kita, lalu siapa lagi? Ini adalah hal yang perlu kita lakukan, bahwa aku akan memulainya sekarang:

(1) Aku tidak hanya akan melawan, tapi memberantas korupsi. Aku akan menghukum mereka yang akan dan telah menggunakan sumber daya negara untuk tujuan mereka sendiri. Aku akan menghukum mereka yang menyalahgunakan kekuasaan untuk menindas orang lain. Aku akan menghukum dengan berat sampai-sampai setiap orang akan melupakan kebiasaan ini. Aku akan memberantas itu, dengan tidak membuatnya tampak mudah, dengan tidak memungkinkan hal tersebut untuk menjadi bagian dari keseharian kita, dengan menolak untuk berpikir itu adalah sebagai budaya kita. Aku akan mempercepat fungsi layanan pemerintah, membangun sebuah pemerintahan yang tidak hanya senang melayani orang, tapi tahu apa pekerjaan yang penting bagi kesejahteraan rakyat. Aku akan menyingkirkan semua prosedur yang tidak perlu dan memastikan bahwa setiap orang yang datang ke kantor pemerintah akan dilayani dengan baik.
Bukan hanya saja kita memiliki para pejabat korup dalam pemerintahan, tapi sistemnya yang mendukung praktek ini. Aku akan mempercepat proses birokrasi sehingga tidak ada orang yang harus membayar lebih untuk mendapatkan haknya, ketika mereka membutuhkannya. Aku akan menggaji para pegawai negeri dengan layak sehingga mereka tidak membutuhkan uang tambahan apapun lagi dari masyarakat.

(2) Aku akan membuat warga negara ingin tetap tinggal di Indonesia. Aku akan melakukan ini tidak hanya dengan memberi mereka pekerjaan, tetapi pekerjaan yang layak sesuai dengan pendidikan dan keterampilan yang mereka punya. Aku akan membuatnya layak dari waktu ke waktu. Aku tidak akan memberi mereka pekerjaan asal-asalan, hanya karena keluarga mereka perlu makan, atau karena anak tertua dalam keluarga mereka akan mulai masuk kuliah. Jika mereka ingin tinggal, aku akan memberi mereka alasan dan kesempatan untuk melakukannya.
Pemerintah kita saat ini hanya mampu membuat satu saja hal yang mudah, yaitu kemudahan bagi kita untuk meninggalkan negara ini. Walaupun aku tidak akan menolak bagi siapapun selain kriminal untuk melakukan hal ini, aku akan melakukan yang terbaik dan membuat warga negara merasa nyaman dan betah tinggal di sini.

(3) Aku akan memberikan yang terbaik kepada rakyat, dan bukan kepada orang asing. Aku akan memastikan bahwa negara melayani rakyatnya dengan baik, sesuai slogan dari rakyat dan untuk rakyat.
Aku akan membuat kita bangga menjadi orang Indonesia, baik di sini maupun di seluruh dunia, dan aku akan membuat dunia bangga dengan Indonesia. Aku akan melakukan ini tanpa menginginkan atau berpura-pura menjadi Amerika, tapi menjadi negara di asia yang tetap memiliki nilai ketimuran yang membuatnya bermartabat.
Pada gilirannya  Indonesia akan dapat memberikan yang terbaik untuk rakyatnya.

 (4) Aku akan memberikan mereka dengan layanan kesehatan yang berkualitas, baik bagi mereka yang mampu ataupun tidak. Aku akan memastikan bahwa askes dapat digunakan untuk keuntungan masyarakat, baik kaya atau miskin, dan bisa digunakan di rumah sakit umum atau swasta. Aku akan memastikan juga bahwa jamsostek kita, baik negeri atau swasta, berlaku untuk semua orang, premi akan didapatkan ketika kita membutuhkannya.

(5) Aku akan menyediakan pendidikan dasar gratis dan berkualitas. Aku akan memastikan pendidikan yang berkualitas tersedia untuk semua orang Indonesia, apapun golongan ekonomi mereka.
Untuk melakukan ini aku akan membayar guru dengan baik, dan pastikan mereka layak mendapatkannya. Aku akan memastikan bahwa buku-buku sejarah mengajar mereka lebih dari sekedar tanggal dan nama tempat, buku ilmu pengetahuan mengajarkan perhitungan  yang benar dan ilmu yang up to date, sehingga mereka belajar membaca dengan baik dan menyukainya.
Aku akan menggunakan jasa perusahaan multinasional untuk melatih para pekerja kita dan membuat mereka menjadi aset kelas dunia, dalam rangka membangun ekonomi yang bertumpu pada tenaga kerjanya yang memiliki nilai tinggi.

(6) aku akan membuat negara ini kaya dengan membuat petani kita kaya, dengan menyediakan mereka dengan bantuan dan dukungan yang mereka butuhkan, baik  itu ilmu pengetahuan atau subsidi, atau informasi perdagangan pasar dunia. Aku akan membuatnya sebagai pilihan mereka jika mereka ingin memiliki lahan sendiri, atau jika tanah tidak cukup, pilihan untuk bekerjasama sebagai sebuah kelompok. Aku akan mendukung kerjasama mereka, dan mengawasi perusahaan yang mempekerjakan mereka.

(7) Aku akan mendorong program penghijauan, earth go green, bukan hanya karena kita perlu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi karena kita perlu bebas dalam penggunaan sumber energi kita. Aku tidak akan membiarkan negara-negara maju untuk mempengaruhi keputusan kita mengenai sumber-sumber energi kita, karena sementara perubahan iklim merupakan masalah global, emisi gas rumah hijau yang berlebihan tidak. Sebaliknya, aku akan mempromosikan efisiensi energi, dan sumber daya alam, karena prioritasku adalah perkembangan kita dan kualitas hidup rakyat kita.

(8) aku ingin memindahkan pembangunan ke daerah, tidak hanya di ibukota. Aku akan memastikan bahwa fasilitas, sarana dan prasarana yang tersedia di ibukota tersedia juga di tempat lain. Aku akan menghabiskan sumber daya pada infrastruktur yang efisien yang diperlukan untuk memungkinkan semua ini.
Terakhir, aku akan melakukan semua ini tanpa mengorbankan apa yang membuat kita sebagai bangsa Indonesia dan demokrasi, apakah itu dalam hal budaya atau kebiasaan, keyakinan, agama, wilayah atau suku.

Jika kita perlu berbuat lebih banyak, kapan kita pernah berpaling saat yang meminta bantuan itu adalah keluarga kita sendiri? Kita hanya perlu untuk memperluas lingkarannya, dan perlahan-lahan memperluas cakupan dan kapasitas siapa dan bagaimana kita mencintai.

Biarkan lima tahun mendatang akan temporal, respons kita terhadap masalah mendesak tetapi tidak gegabah.

Walaupun kita tidak ada pilihan, kita dilahirkan ke negara ini. Untuk alasan apapun atau kurangnya pilihan, kita tetap warga negara Indonesia. Siapa lagi yang akan menghiraukan kita? Kita adalah Indonesia, Bangsa Indonesia, bukan yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar